(Bandar Lampung – Humas FDIK UIN RIL) – Sebagai wujud kontribusi nyata dalam menghadirkan pendidikan agama yang ramah dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Raden Intan Lampung berkolaborasi dengan Laznas PPPA Daarul Qur’an Lampung meluncurkan program Rumah Belajar Qur’an untuk Sahabat Disabilitas melalui kegiatan Tuli Mengaji Lampung pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dipublikasikan oleh pemerintah, Indonesia saat ini memiliki sekitar 30,38 juta penyandang disabilitas. Jumlah yang besar ini menegaskan bahwa kebutuhan akan layanan pendidikan agama yang inklusif merupakan tanggung jawab sosial bersama yang memerlukan aksi nyata, termasuk dari kalangan akademisi dan mahasiswa.
Inisiatif program yang digagas dalam rangkaian kegiatan PKL mahasiswa Manajemen Dakwah FDIK UIN Raden Intan Lampung ini dirancang untuk menjawab tantangan dan keterbatasan yang dihadapi sahabat tuli dalam mempelajari Al-Qur'an. Melalui kolaborasi bersama Laznas PPPA Daarul Qur'an Lampung, program ini menghadirkan wadah belajar yang kondusif, nyaman, dan berkesinambungan.
Dalam pelaksanaannya, rangkaian kegiatan program ini mencakup bimbingan membaca Al-Qur’an Isyarat, pembelajaran dasar-dasar agama Islam, pendampingan spiritual berkelanjutan, hingga inisiasi pengembangan kelas dan penggalangan dukungan sarana pembelajaran khusus bagi sahabat disabilitas.
Kepala Cabang Laznas PPPA Daarul Qur’an Lampung, Ustadz Afif, menyampaikan bahwa program ini hadir dengan tujuan memperluas cakupan dakwah Laznas PPPA Daarul Qur'an Lampung melalui perhatian serta kepedulian nyata terhadap sahabat disabilitas.
"Kelas ini menggunakan pendekatan inklusi untuk menciptakan lingkungan yang terbuka, di mana setiap orang dihargai dan diberi hak serta kesempatan yang sama untuk berpartisipasi tanpa memandang perbedaan fisik, mental, atau latar belakang. Alhamdulillah, saat ini kelas ngaji Al-Qur’an Isyarat sudah berjalan bersama teman-teman Tuli," ujar Ustadz Afif.
Lebih lanjut, Ustadz Afif berharap keberadaan Rumah Belajar Qur’an Inklusi Sahabat Disabilitas ini dapat mengajak seluruh penyandang disabilitas untuk mempermudah dalam belajar Al-Qur’an, menambah wawasan keagamaan, serta membuka dan mempererat jalinan kekeluargaan di masa depan.
Kegiatan peluncuran ini diharapkan dapat menjadi momentum keberlanjutan gerakan dakwah inklusif di Lampung, sekaligus membuktikan peran aktif civitas akademika FDIK UIN Raden Intan Lampung dalam pemberdayaan masyarakat dan dakwah sosial. (RA)