Bandar Lampung – Humas FDIK UIN RIL – Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui upaya membangun generasi yang kreatif, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap literasi serta perlindungan anak. Semangat tersebut hadir dalam kegiatan “Semarak Merdeka: Tunas Bangsa Gemilang” yang digelar oleh Komnas PA Bandar Lampung bersama notis.co.id di Navara City Park, Sukabumi, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan yang mengusung rangkaian aktivitas edukatif tersebut diisi dengan lomba mewarnai, Pojok Baca, serta Talkshow Parenting bertema “Semarak Merdeka Tunas Bangsa Gemilang di Era Digital”. Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya pendampingan anak di tengah perkembangan teknologi digital.
Kegiatan dibuka secara resmi melalui sambutan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Bandar Lampung, Maryamah. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya keberanian masyarakat, khususnya orang tua, untuk melaporkan apabila menemukan adanya tindakan kekerasan terhadap anak.
“Jangan pernah takut untuk melapor ke Dinas PPPA maupun Komnas PA jika ada anak yang mengalami cyberbullying, kekerasan seksual, atau bentuk kekerasan lainnya,” tegas Maryamah.
Talkshow parenting tersebut turut menghadirkan Ketua Komnas PA Bandar Lampung Ahmad Apriliadi Passa, Pimpinan Perusahaan notis.co.id Sadam Sengaji, serta perwakilan tenaga pendidik Ulfa Salfira. Keempat narasumber membahas berbagai tantangan dalam pengasuhan dan perlindungan anak, khususnya di tengah perkembangan dunia digital.
Talkshow parenting tersebut turut menghadirkan Ketua Komnas PA Bandar Lampung Ahmad Apriliadi Passa, Pimpinan Perusahaan notis.co.id Sadam Sengaji, serta perwakilan tenaga pendidik Ulfa Salfira. Keempat narasumber membahas berbagai tantangan dalam pengasuhan dan perlindungan anak, khususnya di tengah perkembangan dunia digital.
Ketua Komnas PA Bandar Lampung, Ahmad Apriliadi Passa, menjelaskan bahwa momentum kemerdekaan juga dapat dimaknai sebagai upaya memastikan anak-anak mendapatkan hak untuk tumbuh, berkembang, berpartisipasi, dan memperoleh perlindungan.
“Semarak Merdeka itu bermakna bagaimana anak-anak sebagai tunas bangsa dapat terpenuhi haknya dalam berpartisipasi dan berperan dalam pembangunan. Oleh sebab itu, para orang tua, pemerintah, dan semua lapisan masyarakat secara terus-menerus tanpa henti harus memenuhi hak-hak anak, termasuk memberi perlindungan agar tunas-tunas bangsa dapat tumbuh menjadi tunas bangsa yang gemilang,” terang Apri.
Sementara itu, Pimpinan Perusahaan notis.co.id, Sadam Sengaji, menilai bahwa keberadaan media memiliki peran penting dalam mengawal berbagai persoalan yang berkaitan dengan anak. Menurutnya, media dapat menjadi jembatan antara masyarakat dengan ruang publik sehingga berbagai persoalan dapat memperoleh perhatian dan penanganan lebih cepat.
“Peran media di era digital saat ini adalah menjembatani laporan dari masyarakat ke ranah publik. Media bertugas membantu pemberitaan dan memviralkannya agar kasus yang menimpa anak segera mendapat perhatian dan penanganan yang cepat,” kata Sadam.
Ia menambahkan, upaya menciptakan lingkungan tumbuh yang positif bagi anak tidak cukup hanya dilakukan melalui satu pihak. Diperlukan keterlibatan orang tua, lembaga pendidikan, pemerintah, masyarakat, serta media dalam menciptakan ruang yang aman dan mendukung perkembangan anak.
Dari sisi pendidikan, Ulfa Salfira turut mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai pada anak. Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan tantangan tersendiri bagi orang tua maupun tenaga pendidik.
“Tantangan terbesar tenaga pendidik saat ini juga sebenarnya ada pada anak yang sejak kecil diberikan gadget, karena hal ini dapat membuat anak menjadi tantrum. Itu mengapa peran orang tua masih sangat diperlukan dalam mendampingi dan mengawasi anak,” papar Fira.
Selain talkshow, sekitar 50 anak tingkat TK hingga SD turut berpartisipasi dalam lomba mewarnai. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengisi momentum kemerdekaan dengan aktivitas yang edukatif dan menyenangkan.
Di tengah berlangsungnya perlombaan, Pojok Baca notis.co.id turut menjadi salah satu ruang literasi yang menarik perhatian peserta. Pojok Baca tersebut dikelola langsung oleh mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Raden Intan Lampung. Sejumlah anak memanfaatkan waktu menunggu hasil penjurian dengan membaca buku dan berbagi cerita mengenai buku yang telah mereka baca.
Keterlibatan mahasiswa PKL FDIK UIN Raden Intan Lampung dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi program kerja Kuliah Kerja Nyata Terintegrasi (KKN-T) 2025/2026 dengan konsep Dakwah Humanis. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan kemampuan di bidang komunikasi dan pengelolaan kegiatan, tetapi juga turut berkontribusi dalam menghadirkan ruang edukasi dan literasi bagi masyarakat.
Sementara itu, pelaksanaan lomba mewarnai mendapat dukungan dari Agatis selaku sponsor utama. Para peserta mendapatkan media kertas gambar serta perlengkapan mewarnai berupa krayon 12 warna, pensil, dan penghapus. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan piala, sertifikat, dan goodie bag kepada para pemenang.
Sadam Sengaji menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan saja. Menurutnya, program serupa direncanakan dapat diperluas ke berbagai wilayah di Provinsi Lampung sebagai bagian dari upaya bersama menyiapkan generasi yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Acara ini bertujuan menyiapkan Generasi Gemilang 2045 melalui penguatan kreativitas anak. Rencananya akan ada aksi lanjutan di setiap daerah di Lampung, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi,” ujar Sadam.
Kegiatan Semarak Merdeka: Tunas Bangsa Gemilang menjadi gambaran nyata kolaborasi antara Komnas PA Bandar Lampung, notis.co.id, pemerintah daerah, pihak swasta, serta mahasiswa FDIK UIN Raden Intan Lampung dalam menghadirkan kegiatan yang ramah anak, edukatif, dan berbasis literasi. Melalui sinergi tersebut, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, kreatif, dan positif sebagai bagian dari generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.(RE)
