(Bandar Lampung – Humas FDIK UIN RIL) – Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Raden Intan Lampung melalui Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat Menengah (PKMTM) pada Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di Gedung Dekanat FDIK UIN Raden Intan Lampung. Kegiatan yang mengusung tema "Re-Orientasi Leadership Berbasis Kritik Transformatif" ini menjadi salah satu upaya dalam menanamkan jiwa kepemimpinan, membangun pola pikir kritis, serta meningkatkan kapasitas mahasiswa sebagai calon pemimpin yang berintegritas dan mampu menghadapi tantangan zaman. PKMTM diikuti oleh mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan di lingkungan FDIK.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, memperkuat kerja sama tim, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta membangun karakter kepemimpinan yang adaptif dan bertanggung jawab. Melalui rangkaian materi, diskusi, dan sesi interaktif bersama narasumber, peserta diajak memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya sebatas kemampuan memimpin organisasi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang memberikan solusi bagi berbagai persoalan di lingkungan kampus maupun masyarakat. Salah satu pesan utama yang disampaikan pemateri adalah mendorong mahasiswa untuk lebih kritis dalam menyikapi berbagai persoalan di kampus serta berani menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab.
Dalam pemaparannya, pemateri mengulas sejarah lahirnya organisasi kemahasiswaan di Indonesia, mulai dari terbentuknya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) hingga HMJ. Selain itu, dibahas pula kebijakan pada era Orde Baru di bawah pemerintahan Soeharto yang dinilai membatasi gerakan mahasiswa melalui fragmentasi organisasi. Kebijakan tersebut menyebabkan aktivitas mahasiswa lebih terfokus pada organisasi yang telah ditentukan sehingga ruang gerak mahasiswa untuk melakukan gerakan kolektif menjadi lebih terbatas. Melalui pemahaman sejarah tersebut, peserta diharapkan mampu melihat dinamika gerakan mahasiswa secara kritis serta memahami pentingnya peran mahasiswa sebagai agent of change yang mampu menyuarakan aspirasi secara bertanggung jawab.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini terdiri atas dua sesi. Sesi pertama menghadirkan Muhamad Nopal Sawaludin dengan moderator Mindera Wijaya yang membawakan materi berjudul Sejarah NKK/BKK dan Fragmentasi Gerakan. Selanjutnya, sesi kedua disampaikan oleh Muhammad Iman Ibrahim dengan moderator Hartoni Sampurna Jaya melalui materi bertajuk Strategi Pengembangan Gerakan Mahasiswa. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Seluruh peserta mengikuti setiap sesi pelatihan secara aktif, menunjukkan semangat belajar, berdiskusi, dan bertukar gagasan dalam membangun kepemimpinan yang progresif dan transformatif.
Melalui penyelenggaraan PKMTM Tahun 2026, FDIK UIN Raden Intan Lampung berharap dapat mencetak generasi mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, serta siap menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi organisasi, kampus, dan masyarakat sesuai dengan semangat dakwah yang humanis. (TA)