(Bandar Lampung - Humas FDIK) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Raden Intan Lampung menggelar kegiatan Dialog Film: Seni, Kebebasan dan Aturan di Balik Layar pada Jumat, (5/12/2025), bertempat di Ruang Rapat Dekanat Lantai 3. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI), yaitu Dr. Imam Syafe’i, M.Pd, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Sub Komisi Kerjasama Antar Lembaga LSF RI.
Acara berlangsung dengan khidmat dan interaktif, dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas mulai dari Dekan, Wakil Dekan I, II, dan III, para ketua program studi, Kabag TU, Subkoordinator umum, kepegawaian dan keuangan, dosen, serta mahasiswa pengurus Rumah Film KPI (RFK). Kehadiran unsur pimpinan dan sivitas akademika ini mencerminkan komitmen fakultas dalam memperluas wawasan mahasiswa terkait ekosistem perfilman nasional, termasuk aspek seni, kebebasan berkarya, dan regulasi penyiaran.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Abdul Syukur, M.Ag menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun dengan LSF RI. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat kerja sama kelembagaan dan mengembangkan potensi mahasiswa FDIK dalam dunia perfileman.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari kerja sama strategis antara Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi dengan Lembaga Sensor Film RI. Ke depan, kami ingin membuka peluang agar mahasiswa dapat magang dan belajar langsung di LSF RI, sehingga mereka memperoleh pengalaman nyata dalam memahami standar, etika, serta regulasi di dunia perfilman,” ujar Dekan FDIK
Sementara itu, dalam pemaparannya, Dr. Imam Syafe’i, M.Pd menekankan pentingnya keseimbangan antara seni dan tanggung jawab sosial. Menurutnya, film merupakan medium komunikasi yang memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat sehingga perlu dikemas secara kreatif namun tetap mematuhi norma.
“Film adalah karya seni yang kuat membentuk opini publik. Kebebasan berkarya tentu penting, tetapi harus diiringi tanggung jawab agar pesan yang disampaikan tidak berdampak negatif. Di sinilah peran LSF memastikan bahwa setiap konten yang beredar aman, mendidik, dan tetap menghormati nilai-nilai bangsa,” jelasnya.
Setelah sesi dialog berlangsung, acara kemudian dilanjutkan dengan pembahasan bentuk kerja sama antar lembaga antara FDIK UIN Raden Intan Lampung dan LSF RI. Kerja sama ini diarahkan pada pengembangan kegiatan akademik, pelatihan, seminar, serta peluang magang dan penelitian di bidang film dan media kreatif.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi berharap dapat memperkuat kompetensi mahasiswa serta membangun jejaring yang bermanfaat bagi pengembangan dunia perfilman dan komunikasi di masa mendatang. (EO/AH)