
Bandar Lampung (Humas FDIK) - Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Raden Intan Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia keagamaan, khususnya para Penyuluh Agama Islam. Hal ini ditandai dengan kehadiran Dekan FDIK Prof. Dr. H. Abdul Syukur, M.Ag., dalam kegiatan Pembinaan, Evaluasi Kerja, dan Serap Aspirasi Penyuluh Agama Islam Provinsi Lampung sebagai narasumber.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia ini berlangsung pada Jumat (25/5/2025), bertempat di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung dan diikuti oleh Penyuluh Agama Islam dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.
Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Lampung, Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI, Kasubdit Bina Penyuluh Agama Islam, serta sejumlah pejabat struktural di lingkungan Kantor Kementerian Agama Provinsi Lampung.
Pada era transformasi digital yang terus berkembang pesat, penyuluh agama dituntut tidak hanya hadir di mimbar-mimbar konvensional, tetapi juga aktif menyentuh ruang-ruang digital yang menjadi tempat berkumpulnya generasi muda dan masyarakat luas saat ini. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam memperkuat peran Penyuluh Agama sebagai ujung tombak pelayanan dan bimbingan keagamaan di tengah masyarakat.
Dalam pemaparannya, Prof. Abdul Syukur mengangkat tema tentang Strategi Komunikasi dan Bimbingan Penyuluh di Media Sosial. Ia menyampaikan bahwa tantangan dakwah saat ini tidak hanya datang dari sisi konten keagamaan, tetapi juga dari derasnya arus informasi, disinformasi, serta perubahan gaya hidup masyarakat akibat perkembangan teknologi
“Penyuluh Agama Islam hari ini dituntut untuk tidak hanya memahami ilmu agama secara mendalam, tetapi juga memiliki kecakapan komunikasi, literasi digital, serta kemampuan membaca dinamika sosial. Mereka harus mampu menjadi agen transformasi sosial yang inklusif dan adaptif,” ujar Prof. Abdul Syukur di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas penyuluh melalui pelatihan, kolaborasi dengan akademisi, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana dakwah yang efektif. Menurutnya, kolaborasi antara kampus, terutama fakultas yang membidangi dakwah dan komunikasi dengan para Penyuluh di lapangan sangat penting untuk menghasilkan inovasi program dakwah yang relevan dan berdampak.
Selain memberikan materi, Prof. Abdul Syukur juga aktif berdialog dengan para peserta, menyerap aspirasi mereka terkait tantangan dan harapan dalam menjalankan tugas-tugas penyuluhan.
Kegiatan pembinaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan para pelaku dakwah di akar rumput. Dengan adanya forum ini, diharapkan kualitas layanan keagamaan di Provinsi Lampung semakin meningkat, seiring dengan terwujudnya masyarakat yang moderat, religius, dan toleran.
Di akhir acara, para peserta menyambut hangat pemaparan Prof. Abdul Syukur yang dianggap memberikan perspektif baru dan inspiratif, terutama dalam mengaitkan praktik dakwah dengan pendekatan ilmu komunikasi modern dan realitas sosial kekinian.
(EO/AH)
