(Bandar Lampung – Humas FDIK) Jajaran pimpinan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung berpartisipasi aktif dalam Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 yang digelar oleh UIN Raden Intan Lampung. Forum strategis ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 17–19 April 2026, bertempat di Ruang Meeting Lamban UIN Raden Intan Lampung, dan dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan universitas sebagai ruang konsolidasi arah kebijakan dan penguatan program kerja ke depan.
Kegiatan Rapat Kerja tersebut dihadiri oleh jajaran lengkap pimpinan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, yakni Dekan FDIK Prof. Dr. Faizal, M.Ag., Wakil Dekan I Dr. Khairullah, S.Ag., M.A., Wakil Dekan II Dr. Suslina, M.Ag., Wakil Dekan III Dr. Tontowi Jauhari, S.Ag., M.M., Kepala Bagian Tata Usaha Anis Handayani, S.Ag., M.Sos., Sub Koordinator Administrasi Umum dan Keuangan FDIK Iqbal Madri Fahda, S.Ag., M.M., serta Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) FDIK Sulistyawati, S.Sos., M.Kom.I, yang turut berpartisipasi aktif dalam pembahasan arah kebijakan dan program strategis fakultas.
Dalam sambutan pembukaan, Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof. Wan Jamaludin Z, M.Ag.,Ph.D menegaskan pentingnya arah kebijakan strategis perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) dalam merespons isu-isu global, khususnya pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah pesan dari Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI yang mendorong PTKIN untuk mengambil peran aktif dalam implementasi konsep waste to energy sebagai bagian dari transformasi kampus menuju ekosistem hijau dan berkelanjutan.
Merespons arahan tersebut, Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Prof. Dr. Faizal, M.Ag menegaskan kesiapan untuk turut mengawal dan mengimplementasikan gagasan waste to energy melalui pendekatan keilmuan dan pengabdian masyarakat. Menurutnya, konsep waste to energy tidak hanya relevan sebagai isu lingkungan, tetapi juga memiliki dimensi dakwah yang kuat dalam membangun kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat.
“FDIK memiliki peran strategis dalam mengawal implementasi waste to energy melalui pendekatan komunikasi dan dakwah. Tiga program studi yang kami miliki yakni Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Pengembangan Masyarakat Islam dan Manajemen Dakwah dapat berkolaborasi dalam mengedukasi masyarakat, mengkampanyekan gaya hidup ramah lingkungan, serta mendorong partisipasi aktif publik dalam pengelolaan sampah yang bernilai energi,” ujar Dekan FDIK.
Peran FDIK tidak hanya terbatas pada aspek komunikasi, tetapi juga pada penguatan literasi lingkungan melalui dakwah transformatif yang menyentuh masyarakat secara langsung. Pendekatan komunikasi publik, kampanye digital, serta pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas diharapkan mampu menjadi jembatan dalam menyukseskan program waste to energy di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Partisipasi aktif FDIK dalam Raker 2026 ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi kelembagaan dengan arah kebijakan universitas, sekaligus mempertegas komitmen fakultas dalam menjawab tantangan zaman melalui integrasi dakwah, komunikasi, dan isu keberlanjutan.
Dengan semangat kolaboratif, FDIK UIN Raden Intan Lampung optimistis dapat menjadi bagian dari garda terdepan dalam mengawal implementasi program waste to energy, sekaligus memperkuat peran dakwah sebagai agen perubahan sosial yang relevan di era modern. (EO/AH)