Bandar Lampung (Humas FDIK) – Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Raden Intan Lampung resmi melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Terintegrasi (KKN-T) Tahun 2025 dengan mengusung tema Dakwah Humanis. Kegiatan ini merupakan bagian dari skema KKN Tematik yang menjadi salah satu pola pelaksanaan KKN-T di UIN RIL di samping KKN Reguler.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, KKN-T 2025 dirancang secara lebih kolaboratif dan strategis dengan menggabungkan antara KKN dan Penguatan Kompetensi Lapangan (PKL). Mahasiswa FDIK menjalankan program pengabdian sekaligus praktik profesi dalam satu rangkaian kegiatan sesuai dengan pendekatan kampus berdampak yang diusung oleh LP2M UIN RIL.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M, Dr. Eko Kuswanto, M.Si, dalam paparan materinya pada saat pembekalan Kamis (10/7/2025) mengatakan bahwa KKN-T 2025 memiliki kosep yang berbeda. “ Konsep yang dimaksud adalah KKN yang dilaksanakan dengan prinsip kolaboratif, kontekstual, dan berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat,” ujarnya.
Sementara Wakil Dekan I FDIK, Bapak Mubasit S.Ag., MM. menyatakan bahwa tema dakwah humanis dipilih secara khusus oleh FDIK, sejalan dengan identitas keilmuan yang berfokus pada komunikasi dakwah, managemen dakwah, serta pengembangan masyarakat islam. “Melalui pendekatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan dakwah yang menyentuh sisi kemanusiaan, mengedepankan empati, dialog, dan pemberdayaan, serta tidak terbatas pada mimbar atau forum keagamaan formal,” ungkapnya.
Sebanyak 259 mahasiswa FDIK mengikuti KKN-T 2025 ini yang tersebar di berbagai instansi, lembaga pendidikan, kantor layanan publik, dan organisasi sosial yang telah menjadi mitra kampus. Hal ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu dakwah secara kontekstual, baik dalam bentuk penyuluhan, pelatihan, komunikasi interpersonal, hingga produksi konten dakwah berbasis media digital.
Sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), pihak kampus menetapkan sejumlah mekanisme evaluasi yang harus diikuti oleh mahasiswa, hal ini disampaikan oleh Kepala Laboratorium FDIK, Dr. Mulyadi, S.Sos.I., M.Hum. “Mahasiswa diwajibkan membuat laporan kegiatan harian, artikel pengabdian, dan dokumentasi media sosial sebagai bagian dari evaluasi akademik dan pelaporan KKN”.
Skema penilaian melibatkan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), mitra lapangan, serta LP2M. Adapun indikatornya mencakup etika, partisipasi, inisiatif, dampak program, dan kerja sama tim.
Melalui pelaksanaan KKN Tematik Dakwah Humanis ini, FDIK berupaya mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan sosial yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat. Ini sejalan dengan cita-cita UIN Raden Intan Lampung dalam mengintegrasikan tridharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian, dalam satu kesatuan gerakan kampus yang berdampak nyata.
(Hadijah/AH)