(Humas FDIK - Bandar Lampung) Wisudawati Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL), Leli Yohanita Putri, meraih predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92 dan dinobatkan sebagai lulusan terbaik fakultas pada wisuda periode I yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) KH. Ahmad Hanafiah, Kamis (30/04/2025).
Penghargaan tersebut diumumkan dalam sidang senat terbuka wisuda di hadapan pimpinan universitas, dosen, serta para wisudawan dan tamu undangan.
Penetapan lulusan terbaik didasarkan pada akumulasi nilai Indeks Prestasi (IP) tertinggi di masing-masing fakultas. Data tersebut kemudian diserahkan ke bagian akademik pusat untuk diverifikasi dan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) rektor.
Selama menempuh studi, Leli dikenal aktif dalam diskusi kelas, tanya jawab, serta mengerjakan berbagai proyek perkuliahan. Di luar kelas, ia juga terlibat dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) HIQMA dan Bapinda yang selaras dengan bidang Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), khususnya dalam aktivitas dakwah.
Ketertarikannya pada dunia public speaking sudah tumbuh sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ia mengaku kerap mengikuti lomba dakwah dan terus mengasah kemampuan berbicara di depan umum, yang kemudian banyak membantunya dalam proses presentasi dan keaktifan di kelas.
“Kalau mau dapat hasil maksimal, prosesnya tidak bisa dijalani dengan malas. Saya selalu berusaha aktif di kelas, ikut diskusi, dan mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Ia mengaku rutin mempelajari silabus sebelum perkuliahan dimulai agar memiliki gambaran awal terhadap materi yang akan disampaikan dosen.
Memasuki semester akhir, tantangan mulai dirasakan, terutama saat menghadapi mata kuliah praktik lapangan, Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga penyusunan skripsi. Menurutnya, tantangan terbesar bukan pada proses penulisan, melainkan pada kesiapan mental.
“Di tahap skripsi itu mental benar-benar diuji. Pernah merasa tertekan saat bimbingan belum disetujui, tapi saya bersyukur mempunyai dosen pembimbing yang terus memberikan arahan,” katanya.
Ia menambahkan, meskipun telah mendapatkan arahan, proses perbaikan tetap membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Atas pencapaiannya, Leli berpesan kepada mahasiswa FDIK agar tidak menunda pekerjaan dan berani mencoba hal-hal baru.
“Jangan menunda-nunda. Entah hari itu berhasil atau tidak, yang penting berani mencoba. Jangan terlalu bergantung pada orang lain, karena setiap proses punya hasil yang berbeda,” pesannya.
Ke depan, ia berharap mahasiswa Kpi semakin aktif menorehkan prestasi dan mendapatkan ruang publikasi yang lebih luas. (DA)
