(Pesisir Barat – Humas FDIK UIN RIL) – Dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Terintegrasi Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Raden Intan Lampung turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan konservasi di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Kabupaten Pesisir Barat, khususnya di wilayah Resort Pemerihan, pada 14 Agustus 2026.
Kegiatan peringatan HKAN tersebut diawali dengan apel bersama yang diikuti oleh pihak TNBBS Pesisir Barat, mitra kerja sama, serta berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan konservasi. Apel menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kawasan konservasi dan keanekaragaman hayati.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon sebagai salah satu bentuk aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Penanaman tersebut dilakukan untuk mendukung keberlangsungan ekosistem, menjaga kawasan hutan, serta mempertahankan habitat berbagai satwa yang berada di kawasan TNBBS.
Selain penanaman pohon, peserta juga melakukan aksi bersih lingkungan dengan membersihkan sampah di sekitar kawasan konservasi. Kegiatan tersebut dilakukan secara gotong royong sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Keterlibatan mahasiswa KKN dan PKL Terintegrasi PMI dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan yang berkaitan langsung dengan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan peringatan HKAN turut melibatkan berbagai pihak, di antaranya TNBBS Pesisir Barat, Wildlife Conservation Society (WCS), Perkumpulan Repong Indonesia, Yayasan Badak Indonesia (YABI), MMP BPTN I TNBBS, masyarakat Desa Pemerihan, BSI, BRI, serta PLN Tanggamus dan Pesisir Barat.
Pihak HKAN menyampaikan bahwa peringatan tersebut menjadi momentum bersama untuk menjaga kelestarian alam dan kawasan hutan. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan konservasi, diharapkan semakin memahami bahwa upaya menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Sementara itu, pihak Perkumpulan Repong Indonesia menilai kegiatan HKAN menjadi ruang penting untuk kembali mengingatkan berbagai pihak mengenai pentingnya menjaga alam. “Menurut kami, kegiatan HKAN kemarin cukup penting karena bisa menjadi ruang untuk mengingatkan kita semua tentang pentingnya menjaga alam. Harapannya, kegiatan seperti ini tidak berhenti hanya pada kegiatan seremonial, tapi juga bisa menumbuhkan kepedulian masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan di sekitarnya,” ungkap pihak Repong Indonesia.
Keikutsertaan mahasiswa KKN dan PKL Terintegrasi Prodi PMI dalam kegiatan HKAN menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan konservasi dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman untuk terlibat secara langsung bersama masyarakat, lembaga konservasi, serta berbagai mitra dalam upaya menjaga lingkungan dan kawasan hutan.
Dengan adanya kegiatan tersebut, peringatan HKAN diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga dapat mendorong tumbuhnya kesadaran dan kepedulian bersama terhadap lingkungan. Kolaborasi antara pengelola kawasan, mitra konservasi, masyarakat, dan mahasiswa diharapkan dapat terus mendukung upaya menjaga kelestarian alam di kawasan TNBBS. (FT)