Rangkaian kegiatan dimulai dengan salat Maghrib berjamaah, dilanjutkan dengan istighosah yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK), Prof. Dr. H. Abdul Syukur, M.Ag. Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti jamaah yang memenuhi masjid, mengharap keberkahan dan syafaat Nabi Muhammad SAW.
Prof. Abdul Syukur menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi adalah momentum penting untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.
“Maulid Nabi bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi saat yang tepat bagi kita, terutama civitas akademika UIN Raden Intan Lampung, untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah dengan meneladani akhlak beliau. Melalui istighosah dan dzikir ini, kita berdoa agar kampus dan bangsa kita selalu mendapat keberkahan, keselamatan, serta dijauhkan dari berbagai musibah,” ujarnya.
Rangkaian acara selanjutnya adalah salat Isya berjamaah serta salat ghaib berjama’ah. Salat ghaib tersebut dipersembahkan khusus untuk mendoakan 11 korban meninggal dunia dalam peristiwa aksi yang terjadi pada 25 Agustus hingga awal September 2025. Doa bersama itu menjadi wujud duka cita mendalam keluarga besar UIN Raden Intan Lampung atas tragedi yang menimpa bangsa.
Selain istighosah dan salat berjamaah, peringatan Maulid Nabi ini juga diisi dengan Mauidzah Hasanah yang sarat pesan moral, serta lantunan Sholawat Al-Barzanji yang menggema dari jamaah, menambah suasana religius dan syahdu. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat spiritualitas, persaudaraan, dan solidaritas di kalangan civitas akademika UIN Raden Intan Lampung. (EO/AH)
